cacing pemakan tanaman hidup terungkap

Sabtu, 22 Mei 2010

 

Ilmuwan menemukan cacing tanah memakan benih dan tanaman dalam kondisi hidup bukan mati. Hal itu akan mengubah pola pikir di mana cacing dipercaya bisa memberi keuntungan.

Bahaya muncul jika cacing tanah yang jumlahnya sangat banyak bisa mengurangi populasi tanaman di satu wilayah tanah subur. Konfirmasi tentang perilaku cacing tersebut dipublikasikan dalam jurnal Soil Biology Biochemistry oleh Dr Nico Eisenhauer dari Georg-August-University Göttingen di Jerman.

Dengan koleganya, Dr Eisenhauer mereka mendapat penemuan mengenai perilaku Lumbricus terrestris, sebuah spesies cacing yang menghuni tanah di seluruh dunia. Cacing di lahan pertanian Eropa ternyata juga ada di ladang maupun hutan di kawasan Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Studi sebelumnya telah memperlihatkan bahwa beberapa cacing tanah mampu menelan benih tanaman sementara lainnya mengkoleksi benih dan menguburnya di dalam liang mereka. Namun masih belum jelas, apakah cacing tanah tersebut mencari benih busuk atau apakah mereka memperoleh keuntungan nutrisi dari kebiasaan tersebut.

Jadi Dr Eisenhauer membuat serangkaian eksperimen untuk mencari jawaban, dengan memberikan penawaran makanan terseleksi kepada cacing di dalam laboratorium termasuk benih dan biji dari spesies tanaman berbeda. Ternyata hasilnya mengejutkan.

Cacing tanah secara selektif memakan kecambah yang tumbuh dengan lambat, benih kaya nitrogen dan biji. Tentunya perilaku tersebut akan membunuh tanaman muda yang potensial. Hewan tersebut memiliki kemampuan memakan tanaman yang tumbuh semakin besar, dengan variasi kacang-kacangan atau polong dan rumput.

“Bukti yang paling meyakinkan adalah perubahan jejak N15 dalam jaringan cacing tanah,” ujar Eisenhauer kepada BBC.

Dibandingkan dengan rumput, kacang-kacangan memiliki isotop nitrogen N15 yang lebih rendah, bergantung kepada cara memperoleh nitrogen dari udara.

Ketika peneliti memeriksa rasio N15 dalam jaringan cacing tanah yang memakan kacang-kacangan memiliki kandungan yang lebih sedikit. “Sangat mengejutkan kita bisa mendeteksi jejak kacang-kacangan dalam jaringan tubuh cacing,” ujar Dr Eisenhauer.

Cacing tanah memberikan pandangan baru tentang perilaku dan dampaknya kepada benih dan biji-bijian. Hewan tersebut memainkan peran penting dalam siklus nutrisi dan masih perlu diperdebatkan posisinya sebagai hama tanaman.

Dalam bidang agrikultural dan hortikultural, petani maupun tukang kebun bisa menggunakan cacing untuk menggemburkan tanaman tetapi juga dikhawatirkan jadi masalah kritis bagi benih, biji dan kacang-kacangan

0 komentar:

Posting Komentar